Kebakaran di Bahorok, Ketua Fraksi Gerindra Minta Evaluasi Kasatpol PP Langkat

Ketua Fraksi Gerindra Langkat, Donny Setha.
Ketua Fraksi Gerindra Langkat, Donny Setha.

Langkat, Sumut, Lawan id – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Langkat, Dr. Donny Setha S.T S.H M.H minta Bupati evaluasi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Langkat. Hal itu disampaikannya kepada awak media, Kamis (3/4/2025).

“Keterlambatan dan ketidak siapan Satpol PP Langkat, dalam hal unit pemadam kebakarannya, membuat kebakaran semakin meluas dan merugikan masyarakat Kelurahan Pekan Bahorok. Bahkan, akibat kejadian tersebut menimbulkan 2 orang korban jiwa,” ujar Donny.

Permasalahan ini tentunya, kata Donny, harus disikapi oleh semua pihak. Dia pun meminta Bupati Langkat Syah Afandin untuk segera mengevaluasi Kasatpol PP Langkat.

“Agar kejadian ini tidak kembali terulang, kami (Red: Fraksi Gerindra) minta Bupati Langkat segera mengevaluasi pejabat terkait. Bila ditemukan kecerobohan atau kelalaian, segera copot Kasatpol PP Langkat,” tegas Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Lambatnya Damkar Pemkab Langkat

Sebelumnya, musibah kebakaran terjadi di Kelurahan Pekan Bahorok, Kecamatan Bahorok, Langkat, pada Kamis (3/4/2025) dini hari tadi.

Warga mengeluhkan keterlambatan unit Pemadam Kebakaran (Damkar) yang sudah terjadi berulang kali, bahkan sudah empat kali terjadi kebakaran di Kecamatan Bahorok.

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 00.30 Wib ini menghanguskan enam unit rumah milik warga, yakni rumah milik Ketel/Salbiah, Ertati, Elisabet br Ketaren, Job Erman Ketaren, Khairul Anwar, dan Ongat Surabaya.

Saksi yang pertama kali melihat kobaran api langsung berteriak meminta pertolongan, dan warga bergegas bergotong royong berusaha memadamkan api, sembari menunggu bantuan dari pemadam kebakaran.

Namun, karena bangunan mayoritas terbuat dari bahan yang mudah terbakar, api dengan cepat melahap bangunan yang ada disekitarnya.

Sayangnya, upaya pemadaman dari pihak Damkar Pemkab Langkat sangat mengecewakan. Bukan hanya terlambat tiba di lokasi, tetapi mesin penyemprot air yang dibawa juga tidak berfungsi.

Hal ini semakin menambah kekesalan warga yang sudah berjuang sendiri menghadapi kobaran api. Kobaran api baru bisa dipadamkan sekitar tiga jam berkat bantuan Damkar dari berbagai pihak, yakni Damkar LNK Perkebunan Bukit Lawang, Damkar PT. Lonsum Turangi, serta bantuan dari pengusaha air minum seperti Adua, Naisa Water, dan Adam Water.

Selain itu, personel dari Kapus Bukit Lawang, Koramil 06 Bahorok, Polsek Bahorok, dan masyarakat setempat juga turut membantu dalam upaya pemadaman api.

Kebakaran di Bahorok Renggut 2 Nyawa

Tragedi ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp1 Milyar, tetapi juga merenggut 2 korban jiwa melayang.

Dua orang meninggal dunia akibat kebakaran ini, yaitu Edi Liana (64) dan Isabela Katarina Ketaren (38), yang merupakan istri dan anak dari pemilik rumah Job Erman Ketaren.

Sementara itu, Khairul Anwar mengalami luka bakar dan saat ini sudah mendapat penanganan medis di Puskesmas Bahorok.

Warga Bahorok berharap kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Pemkab Langkat. Mereka menuntut agar Damkar segera berbenah dengan meningkatkan kecepatan respons, memperbaiki peralatan yang digunakan, serta memastikan kesiapan personel dalam menghadapi bencana kebakaran di masa mendatang. Jika tidak, bukan tidak mungkin insiden serupa akan terus terjadi dan menelan lebih banyak korban jiwa.

Pernyataan Kasatpol PP Langkat

Kasatpol PP Langkat, Dameka Singarimbun, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, keterlambatan petugasnya sampai ke lokasi kebakaran disebabkan oleh jarak tempuh yang begitu jauh.

“Petugas kita terlambat karena jarak tempuh dari ibukota Kabupaten ke Bahorok sekitar 68 Km.

Dengan muatan air di dalam mobil, dan kondisi jalan yang kurang baik, pastilah agak menyulitkan.

Yang pasti, anggota sudah bekerja secara maksimal,” ujar Dameka kepada wartawan, Kamis siang.

Tambah Dameka, memang selama ini tidak ada Damkar yang stand by di Kecamatan Bahorok.

“Memang tidak ada Damkar di Bahorok, memang harusnya sudah bisa dibangun sebuah Pos atau unit Pemadam di sana, mengingat Bahorok adalah daerah tujuan wisata,” ketusnya. (Tim)

Pos terkait