Sumut, Lawan.id – Pelaksanaan Event Motorcross dan Grasstrack Championship 2025 yang dihelat pada hari Lebaran ke-2 dan ke-3 (Senin, 1 April 2025 – 2 April 2025) memperebutkan Trophy Tambiru Park di Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, telah usai digelar.
Para juara umum dari berbagai kelas sudah diumumkan panitia dan sudah menerima Trophy dari Panitia Pelaksana Tambiru Park Circuit Championship.
Ironisnya, kesuksesan pelaksanan even olahraga otomotif berlumpur itu, dicederai oleh sikap oknum-oknum Panitia penyelenggara yang dinilai tidak profesional.
Hal ini dialami atlit pembalap bernama Noval Azmi Barus yang menjadi salah satu juara umum kelas Pemula 4,5 di ajang Motorcross dan Grasstrack Championship 2025.
Informasi yang diterima media ini dari pihak Owner Peserta dengan Nomor Start 254 dari Team One King Golden Kabupaten Langkat tersebut mengatakan, bahwa setelah Panitia mengumumkan para juara di masing-masing kelas dan memberikan Trophy kepada Noval Azmi Barus, namun pihak Panitia tidak memberikan hadiah berupa uang pembinaan.
“Kami tidak ada menerima hadiah itu Bang. Hadiah tersebut malah diberikan kepada Gio dari Team Mamora dengan nomor start 610,” ujarnya.
Peristiwa ini akhirnya menjadi viral di berbagai sosial media, baik di Instagram maupun Tiktok.
“Pelaksana dan Panitia sekelas even Motorcross dan Grasstrack Championship 2025 seolah tidak sportif dan tidak profesional. Kita bukan cerita besar kecilnya hadiah berupa uang pembinaan itu, tapi lebih menyangkut ke marwah sang juara dan pihak penyelenggara itu sendiri,” ujar Harianto Ginting SH selaku Legal Consultan yang ditunjuk Team One King Golden.
Harianto Ginting menyampaikan jika pihaknya sangat menyayangkan hal ini terjadi, mengingat even ini adalah even sport yang seharusnya menjunjung tinggi profesionalisme dan sportifitas.
“Apalagi dari seluruh Tim sudah mengikuti semua ketentuan dan aturan yang disampaikan panitia. Namun pada saat para pemenang sudah diumumkan oleh Panitia dan sudah menerima Trophy, tapi hadiah ditahan panitia. Ini bukan masalah angka atau hadiah, tapi masalah dunia olahraga khususnya olah raga otomotif. Maka kami meminta kepada IMI Sumut agar mengevaluasi tim even dan juri saat itu, karena hal ini seharusnya tidak sampai terjadi,” tegasnya.
Terpisah, Panitia Penyelenggara bernama Mancung, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (03/4/2025), terkait alasan menahan hadiah peserta bernama Noval Azmi Barus dari Team One King Golden Langkat, melalui nomor WhatsApp yang tertera di brosur kegiatan, tidak menjawab. Konfirmasi yang dilayangkan melalui chat juga diabaikan.
Sementara panitia pelaksana lainnya bernama Wahyu Hidayat, saat dikonfirmasi terkait peristiwa ‘penggelapan’ hadiah Juara Umum Class Pemula 4.5 atas nama Noval Azmi Barus, mengatakan semua sudah selesai.
“Semua hadiah diserahkan dengan RC (Racing Comite), dan smua itu sudah diselesaikan. Pokoknya, semua sudah selesai,” jawabnya sembari mengirimkan nomor Pimpinan Lomba, Juanda.
Terpisah, Pimpinan Lomba Even Motocross & Grasstrack Championship 2025, Juanda, kepada wartawan mengatakan, bahwa semua permasalahan kedua peserta itu, sudah diselesaikan.
“Sudah gak ada masalah Bang. Informasi ribut-ribut begini (viral) terkait permasalahan hadiah antara kedua pembalap antara Noval dan Gio, sebenarnya dari awal sudah disampaikan keduanya adalah kesalahan. Saya langsung dihubungi Pak Haji Budi, agar jangan menanggapi permasalahan tersebut,” ujarnya.
Namun, tambah Juanda, masalah ini memang harus diselesaikan dengan adil, terutama harus dijelaskan kepada wartawan yang memang bertugas mencari berita.
“Yang penting, Abang jangan mendengarkan secara sepihak aja. Kita ini membawa nama IMI Provinsi Sumatera Utara Bang. Jadi kita harus benar-benar mengatasi semua permasalahan terkait pelaksanaan even ini. Yang mempunyai masalah, pasti akan diselesaikan. Apalagi menyangkut karir dan gengsi peserta,” terangnya.
Juanda membeberkan, bahwa awalnya kedua belah peserta menginginkan agar semua hadiah dibayarkan.
“Keduanya ada kekurangannya dalam even itu. Tapi setelah dijelaskan, Noval dan orang tuanya sudah menerima. Karena saya sudah cukup dekat dengan Noval maupun Gio. Keduanya lama dalam pembinaan dan cukup mengenal saya. Orang tua Noval juga minta, agar saya tidak menanggapi konfirmasi wartawan yang mempermasalahkan hadiah Noval. Tapi semua sudah saya selesaikan, dan hak keduanya sudah diselesaikan. Jadi gak ada masalah lagi. Bukti-buktinya juga ada sama saya, tapi gak usahlah saya beberkan ke publik ya Bang,” paparnya.
Juanda juga menjelaskan, jika sebenarnya yang terjadi dan sudah disepakati oleh kedua belah pihak, tapi akhirnya dianggap menjadi permasalahan yang serius bagi Noval dan Gio, saya juga berhak mendiskualifikasi keduanya.
“Bisa aja berupa larangan mengikuti even-even yang dilaksanakan oleh IMI selama beberapa tahun. Kan sebenarnya kasihan dengan karir mereka Bang. Karena memang sudah tidak ada lagi masalah. Noval juga sudah percaya kepada saya jika haknya pasti diberikan, bahkan lebih dari yang dia sampaikan ke saya. Jadi, sudah clear,” tandasnya. (Tim)